Kamis, 03 Oktober 2013

Mengenal Sejarah Kereta Uap di Solo

Mengenal Sejarah Kereta Uap di Solo ---Jika bicara tentang kereta uap tentunya Anda akan terbayang akan sejarah masa lalu, dimana setiap kerata mengepulkan asap tebal agar bisa berjalan. memang saat ini Kereta Uap sudah sangat sulit ditemukan. Tapi, bagi yang ingin merasakan kereta ini masih bisa menikmatinya di Kota Solo.

Nah, seperti apa awal mula keberadaan kereta uap Kota Solo? Pada kesempatan kali ini Artikel Travel akan berbagi sekilas Informasi Travel Dan Wisata tentang Mengenal Sejarah Kereta Uap di Solo.
Kereta Uap di Solo
Kereta uap pertama kali dioperasikan pada masa penjajahan Belanda di jalur Kemijen dan Tanggung, Jawa Tengah pada tanggal 17 Juni 1864 (Lee 2003). Jarak antara Kemijen dan Tanggung hanya 26 km, namun jalur tersebut kemudian berkembang menjadi jalur rel yang menghubungkan Semarang, Solo, dan Yogyakarta.

Sejak saat itulah kereta uap turut mewarnai dan menjadi saksi sejarah dinamika kehidupan di Pulau Jawa dan Sumatra sampai sekitar tahun 80an. Dalam perkembangannya, Kereta Uap sudah jarang digunakan menjadi alat transportasi untuk melayani masyarakat.

Keberadaan Kereta Uap di Solo juga sudah cukup lama. Akan tetapi, kini Djuritno dengan program Old Steam Train Tour kembali mengaktifkan transportasi tradisional ini untuk para wisatawan mancanegara.

Old Steam Train Tour memiliki konsep wisata berkeliling ketempat yang mempunyai nilai sejarah Solo, wisatawan akan diajak keliling ke kampung batik di Lawean, Loji Gandrung Rumah Walikota, Museum Radya Pustaka, Museum Batik Danar Hadi, Pusat Grosir Solo dan Gladag Busana Trade Center.

Untuk wisata ini, Asih Tour menyediakan dua macam kereta Andong. Pertama, Green Jaladhara Old Train Voyage dan Golden Jaladhara Old Train Voyage. Green Jaladhara Old Train Voyage memuat minimal 50 orang penumpang dengan tarif USD 29 atau Rp 249 ribu. Sedangkan untuk Golden Jaladhara Old Train Voyage, juga dengan minimal 50 penumpang dengan tarif USD32 atau Rp274 ribu.

Green Jaladhara Old Train Voyage dan Golden Jaladhara Old Train Voyage memiliki perbedaan. Kedua paket itu akan memberikan sensasi berbeda dalam memikmati nuansa Solo dengan kereta uap.

Gimana, cukup menarik bukan? menikmati sensasi tempo dulu di atas Kereta Uap sambil berkeliling ke tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah di Solo.

Itulah sekilas Informasi Travel Dan Wisata Pada kesempatan kali ini tentang Mengenal Sejarah Kereta Uap di Solo. Baca juga Artikel Travel sebelumnya tentang Menikmati Sunset Di Objek Wisata Pantai Losari. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi inspirasi wisata keluarga Anda...

 
© Copyright 2013 - 2017Informasi Travel Dan Wisata Partnership Wisata Alam Indonesia Powered by Blogger.com.